Pembacaan Puisi yang ditampilkan dalam Parade Senja di Lapangan Murjani depan Balaikota Banjarbaru oleh SMP Negeri 11 Banjarbaru (15-09-2022)

Banjarbaru (Spenlas bjb) – Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan berupaya untuk menghidupkan budaya daerah melalui parade senja yang akan diagendakan rutin setiap bulan di lapangan Murjani depan Balaikota setempat.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah, Rabu mengatakan, parade senja merupakan salah satu upaya pemkot menghidupkan budaya daerah khususnya di Banjarbaru yang masyarakatnya heterogen. 

“Parade senja ini menjadi salah satu cara menghidupkan budaya daerah karena menampilkan berbagai budaya yang ada di kota ini,” ujar sekda yang sekaligus menjadi inspektur upacara penurunan bendera di sela parade. 

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan diagendakan setiap bulan dan diharapkan selain menghidupkan budaya juga menjadi daya tarik dan hiburan bagi masyarakat di Lapangan Murjani pada sore menjelang petang. 

Diharapkan pula, pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga berbagai kegiatan masyarakat yang tidak bisa dilakukan, kembali berangsur normal seperti biasa meski pun menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

“Semoga bisa terlaksana setiap bulan sehingga selain bisa menghidupkan budaya daerah juga memberikan hiburan bagi masyarakat yang tengah bersantai di lapangan Murjani,” ucapnya. 

Sementara itu penampilan dari SMP Negeri 11 Banjarbaru diwakilkan oleh Saterblas. Saterblas nama yg unik dan sedikit asing di telinga. Teater SMPN 11 Kota Banjarbaru adalah nama kepanjangan dari Saterblas. Kelompok teater ini merupakan binaan dari Kindai Seni Kreatif yang berlokasi di Jalan Kurihing Landasan Ulin Utara.

Pembina saterblas sendiri langsunga dikomando oleh Ali Syamsudin Arsy yang merupakan pimpinan Kindai Seni Kreatif yang selaku sebagai tenaga pendidik SMPN 11 Banjarbaru.

“Saterblas akan ikut memeriahkan acara parade senja yang berlokasi di lapangan Murjani depan Balaikota Banjarbaru dengan membawakan 5 puisi sekaligus. Diantaranya Kepopmpong Waktu, Sebelum Sungai Meradang, Suka-suka Mingguraya, Kepada Yang Gugur Tanpa Kecuali, dan Hutan Kaca.” ucap beliau.

Dan diketahui lima puisi yang dibawakan oleh Saterblas adalah hasil dari buah karya Ali Syamsudin Arsy yang selaku menjadi pembina Saterblas. (sp/bjb)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *